Imam Ghazali, itu lah namanya. Ulama, sufi, dan
filosof islam ternama. Ia mempunyai daya ingat yang kuat dan dia mempunyai
gelar Hujjatul Islam karena keluasan ilmunya. Ia sangatt di hormati
dimana-mana, di belahan dunia barat maupun timur. Ia sangat mencintai ilmu
pengetahuan. Ia sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk memperoleh
ilmu pengetahuan, yang bermanfaat tentunya.
Sejak kecil, ia telah di didik dengan akhlak yang luar biasa mulia. Hal inilah
yang menyebabkan benci kepada sifat ‘riya’, sombong, dan sifat-sifat
tercela yang lainnya. Ia terkenal kuat beribadah, zuhud, dan tidak gemar
kepada kemegahan, kemewahan, sederhana, dan mencari sesuatu untuk meraih ridha
allah.
Setelah Imam Ghazali wafat, pada suatu malam ada seseorang yang berbimpi
bertemu dengannya. Dalam mimpinya, ia bertanya kepada Ima Ghazali, “
Bagaimanakah perlakuan Allah terhadap mu?”
Imam Ghazali menjawab, “Pertama kali, Allah menempatkanku di
tengah-tengah anugerah-nya, lalu Allah bertanya kepadaku, lantaran apa Aku
membawamu di sisi ku?”
Kemudian
aku menyebutkan berbagai amal shalih yang telah ku lakukan. Dan tiba-tiba Allah
memotong perkataanku dengan berfirman, “Aku tidak menerima semua amal itu. Amal
yang Aku terima adalah satu kebajikanmu.”
“Apa satu kebijakanku itu sehingga engkau membawaku ke tempat ini, ya Allah?”
“Pada Suatu hari engkau sedang menulis, kemudian datanglah seekor lalat hinggap
di ats pena yang kamu gunakan. Lalat itu meminum isi pena itu. Kamu mebiarkan
lala itu meminumnya. Kamu hentikan menulismu untuk menunggu lalat itu hingga
hilang hausna. Kamu berhenti sejenak sampai lalat tersebut memperoleh
kesegaran. Karena itulah kamu ku masukkan ke surga”
Subhanaalah! Sungguh besar kebesaran allah kepada kita, umatnya. Dapat kita
simpulkan. Jika kita menolong sesama mahluk hidup bukanlah rugi yang kita dapat
melainkan keuntungan di dunia maupun di akhirat. Walau terkadang itu masih
terpaksa, tetapi cobalah sobat kalian. Lama-kelamaan sobat juga akan terbiasa.
Allah selalu memilik rencana yang lebih indah dari rencana kita. Tetapi, jika
kita telah mendapatkan apa yang kita butuhkan bersyukurlah. Tapi, jika kita
memperoleh apa yang kita tak butuhkan tetap lah bersyukur, karena Allah telah
memiliki skenario nya sendiri, dan pasti lebih indah daripada yang kit miliki. Wallahua’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar