Senin, 18 Maret 2013

Imam Ghazali Masuk Surga Karena Lalat







Imam Ghazali, itu lah namanya. Ulama, sufi, dan filosof islam ternama. Ia mempunyai daya ingat yang kuat dan dia mempunyai gelar Hujjatul Islam karena keluasan ilmunya. Ia sangatt di hormati dimana-mana, di belahan dunia barat maupun timur. Ia sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk memperoleh ilmu pengetahuan, yang bermanfaat tentunya.

     Sejak kecil, ia telah di didik dengan akhlak yang luar biasa mulia. Hal inilah yang menyebabkan benci kepada sifat ‘riya’, sombong, dan sifat-sifat tercela yang lainnya. Ia terkenal kuat beribadah, zuhud, dan  tidak gemar kepada kemegahan, kemewahan, sederhana, dan mencari sesuatu untuk meraih ridha allah.

     Setelah Imam Ghazali wafat, pada suatu malam ada seseorang yang berbimpi bertemu dengannya. Dalam mimpinya, ia bertanya kepada Ima Ghazali, “ Bagaimanakah perlakuan Allah terhadap mu?”

      Imam Ghazali menjawab, “Pertama kali, Allah menempatkanku di tengah-tengah anugerah-nya, lalu Allah bertanya kepadaku, lantaran apa Aku membawamu di sisi ku?”

     Kemudian aku menyebutkan berbagai amal shalih yang telah ku lakukan. Dan tiba-tiba Allah memotong perkataanku dengan berfirman, “Aku tidak menerima semua amal itu. Amal yang Aku terima adalah satu kebajikanmu.”

     “Apa satu kebijakanku itu sehingga engkau membawaku ke tempat ini, ya Allah?”

     “Pada Suatu hari engkau sedang menulis, kemudian datanglah seekor lalat hinggap di ats pena yang kamu gunakan. Lalat itu meminum isi pena itu. Kamu mebiarkan lala itu meminumnya. Kamu hentikan menulismu untuk menunggu lalat itu hingga hilang hausna. Kamu berhenti sejenak sampai lalat tersebut memperoleh kesegaran. Karena itulah kamu ku masukkan ke surga” 

     Subhanaalah! Sungguh besar kebesaran allah kepada kita, umatnya. Dapat kita simpulkan. Jika kita menolong sesama mahluk hidup bukanlah rugi yang kita dapat melainkan keuntungan di dunia maupun di akhirat. Walau terkadang itu masih terpaksa, tetapi cobalah sobat kalian. Lama-kelamaan sobat juga akan terbiasa. Allah selalu memilik rencana yang lebih indah dari rencana kita. Tetapi, jika kita telah mendapatkan apa yang kita butuhkan bersyukurlah. Tapi, jika kita memperoleh apa yang kita tak butuhkan tetap lah bersyukur, karena Allah telah memiliki skenario nya sendiri, dan pasti lebih indah daripada yang kit miliki. Wallahua’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar